Selasa, 03 Juli 2012

Kisah Es Sekoteng dan Pa' Oyen


Meski saya termasuk penikmat kuliner Bandung, tak pernah ada niat di hati untuk menggali secara mendalam soal asal usul Es Sekoteng Pa' Oyen ini. Biasanya saya cuma makan dan makan. Namun kali ini, saya tergerak untuk mengetahui lebih jauh soal kuliner yang satu ini, termasuk soal sejarah berdirinya es sekoteng yang telah menjamur hingga di luar Kota Bandung ini.
Menurut pemilik Sekoteng Pa' Oyen Cabang Ampera, Budi Sutrisno (34), pada masa lalu, Es Sekoteng Pa' Oyen hanya usaha es sederhana yang dijajakan keliling dengan pikulan dari kampung ke kampung oleh sang kakek. Saat itu, sang kakek berusia 58 tahun. Wow!
"Dahulu itu awal ngerintisnya masih dipanggul. Dulu masih ngampung. Berdirinya sejak 1954 di Bandung. Memang dari dulu itu kami spesialis es sekoteng," Budi Sutrisno, di kedai miliknya, Rabu (7/3).
Setelah namanya mulai tersohor, sang kakek tidak ngampung lagi, dia mangkal di salah satu sudut jalan terkenal di Kota Bandung.
"Karena udah banyak yang tahu, kita mulai berpikir untuk mangkal. Akhirnya kita jualan di salah satu gang di Bandung, namanya Jalan Bungsu. Dulu terkenalnya bukan Es Oyen atau Es Sekoteng, tetapi Es Sekoteng Bungsu karena letaknya di Jalan Bungsu. Jalan Bungsu itu kan sekarang berubah jadi Jalan Naripan. Dulu, di sana rame banget pembelinya, hampir semua orang Bandung tahu dengan jualan kita," ujar Budi — generasi ke-3 penjaja kedai Es Sekoteng Pa' Oyen.
Sedangkan nama Pa' Oyen, punya versi sendiri. Dulu, tidak ada kata Pa' di depan nama Oyen. Nama Oyen diambil dari nama burung yang mudah diingat dan diucapkan. "Supaya gampang diingat saja, makanya nama Pa' Oyen dijadikan brand," ucapnya.
Versi dari referensi lain, nama Oyen berasal dari nama sang penjual es ini. Ada pula yang bilang, nama itu diambil dari nama burung perkutut yang jika berkicau mirip dengan sapaan yang terdengar seperti kata oyen. Nah, sejak itulah es ini dikenal dengan sebutan Es Oyen.
Ada hak patennya
Budi menjaga kualitas produk "warisan" kakeknya itu. "Sekoteng atau pacar cinanya bahannya dari sagu. Kami buat sendiri yang dapat tahan

Tidak ada komentar: